website99- Modif Mobil Angkot Paling Keren ada Di Indonesia -  Mobil Angkot Bergaya Fast & Furious - Pemilik angkot di Padang sungguh kreatif. Mereka memodifikasi kendaraannya hingga menjadi eye-catching. Konon, untuk menyulap angkot menjadi gaul itu ada yang menghabiskan dana hingga puluhan juta rupiah.


Apkah Kalian Suka dengan modifikasi, tetapi sekarang yang lebih trend yaitu..?
mobil angkot pun sekarang kebanyakan pada di modifikasi.
di seluruh indonesia banyak terutama yaitu di Kota PADANG. dan masih banyak lagi
di PURWAKARTA, BANDUNG, GARUT, DAN MASIH BANYAK LAGI.
yok kita langsung aja liat liat foto angkot yang udah di modif.
Lets Gooo...Bray..!























Angkot di Padang kebanyakan berbasis Suzuki Carry atau Kijang kapsul. Setelah dimodif, tampilannya tak kalah dengan mobil-mobil di film The Fast and The Furious yang dibintangi Vin Diesel.

Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Ada pula yang di-ceper-kan (rendah ke tanah). Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race, atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.

Stiker tulisan dan berbagai logo juga menghiasi sekujur badan angkot. Ala mobil balap penuh sponsor. Dan, yang unik, tidak sedikit yang memasang kamera di dalam mobil untuk mengawasi para penumpang!





















Bukan satu-dua saja. Hampir semua angkot di Padang seperti itu. Jadi, kalau nongkrong di perempatan, ketika ada dua atau lebih angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangannya seperti garis trek lurus start/finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi start ajang balapan.

Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop (bukan dangdut koplo) mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2.000 sekali naik (bisa Rp 3.000 hingga Rp 4.000 kalau jauh).

Memang, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Balikpapan, Kalimantan Timur, juga begitu. Manado, Sulawesi Utara, juga begitu. Hanya, di Balikpapan dan Manado masih ada aliran modifikasi "agak elegan." Kalau di Padang, benar-benar ekstrem permak wajah dan dalam mobil.

Kalau dicari-cari, tidak ada yang tahu persis kapan fenomena angkot modifikasi ala balap itu dimulai. Namun, menurut Yudha Putra, 33, angkot "keren dan seksi" mulai terlihat sejak akhir 1990-an "Tapi, modifikasi ketika awal-awal itu baru sederhana. Belum seperti saat ini," kata Yudha, sopir angkot jurusan Siteba-Pasar Raya Padang, kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group/JPNN).

Kijang kapsul yang dikendarai Yudha berwarna biru, keluaran 2000. Mobil itu nyaris penuh stiker. Ceper, plus variasi spoiler di depan dan belakang. Lampu di bagian depan berwarna biru kerlap-kerlip, senada dengan warna mobil. Sound system begitu mencolok, beberapa speaker besar menghiasi ruang penumpang

.












Kata Yudha, modifikasi ekstrem mungkin baru dimulai sekitar 2004. Sejak saat itu hampir semua jurusan dalam kota diisi oleh "mobil-mobil balap." Mulai saat itu juga, hiasan LCD, kamera, dan lain-lain mengisi interior.

Riko Syafrianto, 30, sopir angkot lain, menyebutkan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang. "Ada rasa bangga jika mobil yang kami bawa itu bagus dan modifikasinya mantap. Tapi, sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain," tuturnya. Riko menambahkan, modifikasi angkot ikut menentukan jumlah setoran ke juragan atau pemilik angkot. Itu juga semakin menunjukkan pentingnya modifikasi dalam menarik minat penumpang.

"Kalau modifnya sederhana, paling setorannya antara Rp 110 ribu sampai Rp 130 ribu sehari. Tapi, kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp 170 ribu per hari," ungkapnya. Pentingnya modifikasi untuk meningkatkan omzet itu ditegaskan Muhammad Dayat, 25, sopir jurusan Batas Kota-Tabing-Pasar Raya Padang. Apalagi, kalau ingin merebut segmen anak sekolah, yang merupakan pangsa pasar utama angkot.

"Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana, yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi," sebut Dayat sembari menunjuk beberapa angkot yang lewat di depannya.

Modifikasi angkot adalah biaya ekstra yang "wajib" dikeluarkan pemilik dan sopir angkot. Biayanya pun bervariasi. Ada yang hanya Rp 5 juta. Ada yang lebih dari Rp 40 juta. Angkot Suzuki Carry yang disopiri Muhammad Dayat termasuk paling ekstrem, habis lebih dari Rp 40 juta.

"Bayangkan saja. Untuk sound system saja sudah Rp 28 juta. Plus perombakan bodi. Misalnya menukar ekor Suzuki Carry dengan ekor Toyota Avanza, yang habis sekitar Rp 12 juta. Belum lagi pembuatan variasi-variasi dari fiber lain untuk luar dalam," beber Dayat.

Siapa yang membiayai modifikasi" Jika pemilik angkot tidak mau mengeluarkan biaya, biasanya sopir akan mencari pinjaman. Lantas sang sopir mengangsurnya setiap hari dari potongan setoran. Tidak jarang ada sopir yang berani mendanainya sendiri. "Cuma kalau para sopir, biasanya mendanai yang ringan-ringan saja. Misalnya, memasang berbagai stiker di bodi atau boneka-boneka di bagian dalam. Yang besar-besar, juragan yang mendanai," terang Syafrion, 36, sopir angkot Tabing-Pasar Raya Padang.

Sejumlah pemilik angkot mengaku modifikasi sudah menjadi keharusan. "Kalau tidak, tidak ada sopir yang mau mengoperasikan angkot. Mereka beralasan angkot polos tidak laku," sebut Afif Syahril, 45, pemilik angkot Siteba-Pasar Raya Padang.

Pemilik angkot, seperti Afif, sebetulnya tak mau tahu soal modifikasi. "Tapi, ini sudah menyangkut pendapatan. Ya, mau bagaimana lagi. Harus!" tandasnya. Persaingan modifikasi pun memberikan berkah bagi bengkel-bengkel modifikasi di Padang. Bila bengkel di kota lain harus memburu pasar penggemar otomotif, di Padang pasar utamanya mungkin justru angkot.

Zam Januik, 40, yang kerap dipanggil dengan nama Zamzami, termasuk yang menuai keuntungan dari adu modifikasi angkot ini. Dia mengaku berinvestasi membuat toko cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur, gara-gara angkot. Hendera Rahman, 46, pemilik sebuah bengkel modifikasi lain, mengaku memperoleh pendapatan lumayan. "Yang masuk bengkel saya mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta hingga Rp 28 juta," ujarnya.



Padang: Kota Seribu Angkot Modis

Oleh  / pada 3 Agustus 2009 / di Padangpanjang, Sumatera Barat // 44 Komentar
Angkutan kota (angkot) merupakan alat transportasi publik yang utama digunakan di kota Padang selain bus kota.Akses yang mudah dan harga yang terjangkau membuat masyarakat kota Padang lebih memilih menggunakan jasa angkot daripada taksi ataupun ojek. Dengan kisaran harga minimal Rp.1000 hingga maksimal Rp.2500, masyarakat kota Padang dapat bepergian dengan angkot tanpa khawatir harus menunggu lama di tempat perhentian atau halte. Hal ini disebabkan karena kota Padang memiliki “halte terpanjang di dunia” alias bisa menyetop angkot di mana saja.
modifikasi-interior1
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Padang, terdapat 2772 unit angkot di kota Padang dengan jurusan atau trayek yang berbeda-beda. Masing-masing trayek memiliki jumlah angkot yang tidak sedikit tentunya. Karena alasan banyaknya angkot untuk satu trayek yang sama, maka terjadi persaingan antar sesama supir angkot pada rute tersebut. Maka, supir angkot harus memutar otak untuk dapat menarik para penumpang. Pada dasarnya, pelayanan utama yang diberikan angkot adalah menyediakan jasa untuk mengantarkan penumpang sampai tujuan. Namun, jika penyediaan jasa angkot hanya sebatas memberikan layanan pengantaran, kecil kemungkinan bagi supir angkot untuk dapat menghadapi tantangan persaingan di antara angkot-angkot lain. Ketika mereka (supir angkot) tidak mampu bersaing, hasil yang diperoleh pun dikhawatirkan tidak dapat memenuhi kebutuhan baik target setoran ataupun biaya operasional (perawatan dan BBM).
pengahsilan supir angkot harus bisa menutup biaya setoran
pengahsilan supir angkot harus bisa menutup biaya setoran
Menanggapi permasalahan persaingan diatas, para supir mencermati kebutuhan dan permintaan pelanggan atas pelayanan angkot. Dengan mencermati golongan manakah yang paling dominan menggunakan angkot, para supir mencari celah untuk dapat meningkatkan pelayanan mereka yakni dengan memberikan pelayanan tambahan sesuai target pelanggan sehingga menjadi daya tarik angkot mereka.
Kehidupan kini semakin maju, begitupun dengan selera masyarakat yang semakin tinggi.Mayoritas penumpang angkot di kota Padang adalah remaja atau anak muda. Pada dasarnya, anak muda menginginkan hal-hal yang berbau aesthetic and amusement (keindahan dan kesenangan), tak terkecuali dalam hal memilih angkot. Inilah faktor lain yang menjadi pertimbangan mereka dalam memilih angkot.
Salah satu cara yang dilakukan oleh para supir angkot di kota Padang untuk meraih penumpang adalah dengan bersaing mendandani angkot mereka sedemikian rupa . Para supir berlomba untuk mendesain eksterior dan interior mobil mereka yang diberi berbagai macam aksesoris dan modifikasi body mobil. Jika biasanya bagian luar angkot dicat dengan warna polos, di kota Padang banyak ditemui angkot dengan beragam air brush. Tidak cukup dengan gambar air brush saja, para supir juga menambahkan berbagai stiker pada bagianbody luar mobil.
Jika kota Bogor dikenal sebagai kota seribu angkot, maka kota Padang dikenal sebagai kota seribu angkot modis.Disamping pemberian gambar dan stiker tadi, para supir tidak segan-segan memodifikasi performa body mobil mereka. Hal ini dapat dilihat melalui modifikasi velgwing, dan suspensi mobil. Beragam bentuk dan ukuran velg dapat kita temukan di angkot kota Padang. Perbedaan velg ini mengakibatkan adanya perbedaan ketinggian angkot sehingga tak jarang kita temukan angkot-angkot berukuran “ceper” seperti tampilan mobil sedan. Pada sisi samping dan bagian belakang mobil akan ditemukan berbagai macam bentuk sayap mobil sehingga penampilan angkotnya seperti mobil balap. Agar para penumpang tetap nyaman menikmati perjalanan, para supir mengatur ukuransuspensi angkot mereka. Hal ini dilakukan agar mobil tidak mengalami goncangan yang kuat ketika melewati permukaan jalan yang kasar.
bagian dalam dilengkapi speaker, VCD, dan alat elektronik lainnya
bagian dalam dilengkapi speaker, VCD, dan alat elektronik lainnya
Perombakan bagian eksterior saja belumlah cukup untuk meningkat daya tarik mobil mereka. Pada bagian interior mobil, mereka memodifikasi bahan dasar bantalan tempat duduk. Bentuk motifdan warna bantalan tempat duduk disesuaikan dengan warna interior angkot. Disamping itu, untuk mengisi kekosongan pada ruang tertentu mereka menambahkan berbagai bentuk miniatur, seperti miniatur hutan dengan menggantungkan daun-daun, boneka binatang, dan pohon-pohon buatan lainnya.
Untuk memberikan pelayanan lebih kepada penumpang, para supir angkot melengkapi kendaraan mereka dengan berbagai alat elektronik yang rata-rata merupakan barangsecond. Tak hanya tape ataupun VCD, bahkan banyak yang menyediakan televisi layar sentuh (touch screen), camera TV, MP3 player, MP4 player ditambah speaker unik ribuan watt yang mereka rakit sendiri. Seisi angkot pun menjadi ruangan full music dengan penampilan luar dalam yang menarik. Sehingga tidak salah jika di sebuah surat kabar lokal disebutkan bahwa angkot-angkot di kota Padang “karnaval setiap hari”.
modifikasi-interior2
Selain itu, kreatifitas lainnya dapat dilihat dari bunyi klakson mobil yang bervariasi dan sangat unik. Semua usaha kreatif ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian penumpang sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan si supir angkot.
Persaingan dalam bidang jasa angkot di kota Padang sangat tinggi. Sehingga untuk tetap bertahan, para supir angkot haruslah memiliki kecakapan dalam melihat minat pasar, yaknipenumpang. Hal ini terbukti bahwa angkot-angkot yang memberikan pelayanan lebih ini mampu menarik lebih banyak minat penumpang daripada angkot yang biasa-biasa saja. Datayang diperoleh dari para supir angkot bahwa rata-rata penghasilan per hari supir yang membawa angkot biasa kira-kira 300-400 ribu. Sedangkan supir angkot yang memodifikasi armadanya berkisar antara 400-600 ribu. Dari kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa para supir angkot mendandani mobil-mobil mereka membuahkan hasil yang positif, yaitu kenaikan pendapatan per hari.
modifikasi berhasil menambah penghasilan supir angkot
modifikasi berhasil menambah penghasilan supir angkot
Lewat aksesoris-aksesoris angkot mereka, para supir dapat mengekspresikan diri mereka secara total lewat cara yang unik dan menarik yang sekaligus menarik perhatian penumpang.Fenomena ini dapat berpotensi menjadi salah satu aset daerah yang dapat menarik para wisatawan baik domestik maupun asing. Tapi hal ini berbanding terbalik dari pemerintahan kota sendiri terutama oleh Dinas Perhubungan, karena modifikasi angkot ini menimbulkan bahaya terhadap keamanan penumpang saat di jalan jara raya dan tidak sesuai dengan standar uji kelayakan mobil angkot.

SEKIAN DULU YA GAN
BILA ADA KESALAHAN KOMEN AJA...DI TUNGGU..!
{TQ}.
EGI COKEL.

1 komentar:

http://cokellovepipi.blogspot.com mengatakan...

0

Poskan Komentar

 
Template Design By:
SI-Blog